Kamis, 24 November 2011

flying spirit

setelah selama tiga hari tiga malam aku tidak makan dan minum, kurasakan sekujur tubuhku sakit dan perlahan-lahan kurasakan arwahku mulai dapat meloloskan diri keluar dari tubuhku yang lunglai. aku terdiam sejenak dalam ujud arwahku yang tak terlihat, lalu perlahan aku mencoba melayang terbang ke atas, ke atas terus dan ke atas lagi hingga menembus lapisan awan aku terus menuju ke atas sampai setinggi yang aku bisa, aku tidak mengira sebelumnya bahwa keadaan ruh orang yang meninggal akan bisa ke atas sampai di atas awan, ini melebihi bayanganku sebelumnya. sampai di suatu ketinggian aku menemukan sebuah dataran yang dipenuhi dengan rerumputan dan pohon-pohon menyerupai suatu hutan. akupun berhenti di sini dan tak kuduga di sini aku mendapatkan tubuhku kembali, jadi ruhku sudah kembali menempati tubuhku, padahal tadi tubuhku sudah kutinggal di bumi. rasa takjub dan heran tak henti-hentinya menyelimuti diriku, apakah ini syurga ataukah khayangan? aku berjalan-jalan beberapa langkah untuk melihat-lihat pemandangan sekitarku. aku juga berlari-lari untuk mencari apakah ada seseorang di sini. tiba-tiba dari atas ada seseorang yang terbang dan mendarat beberapa meter di hadapanku. namun aku tak kuasa menahan keterkejutanku karena ternyata orang tersebut sangat mirip dengan avis, avis adalah kekasihku dulu ketika aku masih belasan tahun. dia tersenyum memandangku. aneh sekali bukankan avis masih hidup di bumi dan belum meninggal? namun aku tak mau terlalu lama hanyut dalam keherananku aku pun berlari memeluknya yang tengah merentangkan tangannya menyambutku karena aku sangat rindu padanya. "avis, mengapa engkau bisa berada di sini?"
"aku selalu menantimu di sini selma", jawabnya. ya Tuhan terima kasih ternyata engkau masih mau memperrtemukan aku dengan avis di tempat yang indah di atas awan ini. ini sungguh suatu keajaiban.